Uji Validitas (Validity Test) / SPSS Tutorial

Seseorang yang akan mengukur berat suatu benda harus menggunakan timbangan sebagai alat ukurnya. Hal tersebut dikarenakan timbangan merupakan alat ukur yang valid dan hasilnya dapat dipercaya. Begitu pula bagi suatu penelitian, seorang peneliti dituntut harus mampu menggunakan alat ukur yang pasti sehingga hasil penelitiannya akurat. Dengan kata lain, validitas adalah suatu pengertian yang merujuk pada sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang diukur. Someone who will measure the weight of an object must use the scales as the measuring tools. That is because the scale is a valid measurement tool and the results can be trusted. Similarly in a research, a researcher must be able to use a definite measurement tool so the result will accurate. In other words, validity is a notion that refers to the extent to which a measurement tool is able to measure what is being measured.

Permasalahan validitas dalam suatu penelitian bukanlah hal yang sederhana. Oleh karena itu melakukan uji validitas dalam suatu penelitian merupakan suatu keharusan baik penelitian yang bersifat deskriptif maupun eksplanatif yang melibatkan suatu variabel atau konsep yang tidak dapat diukur secara langsung. Dalam sesi ini kita akan mempelajari bagaimana melakukan uji validitas dengan bantuan program SPSS 20 dengan contoh soal sebagai berikut. The issues of validity in a research is not a simple matter. Therefore, to test the validity in a research is a necessity for either descriptive or explanative involving a variable or concept that cannot be measured directly. In this session we will learn how to do a validity test using SPSS 20 with sample questions as follows.

Tabel di bawah ini merupakan data hasil jawaban 10 responden yang telah mengisi kuesioner. Kuesioner tersebut terdiri dari empat buah pertanyaan (A, B, C, dan D) dimana setiap pertanyaan mempunyai lima jawaban dari nilai yang paling rendah = 1 sampai nilai tertinggi = 5. The table bellow shows the answers of 10 respondents who have filled in the questionaire. The questionaire consist of four questions (A, B, C, and D) where each question has five answers with the lowest value = 1 and the highest value = 5.

Responden Nomor Butir Pertanyaan Total Skor
A B C D
1 4 3 4 3 14
2 4 5 4 4 17
3 4 4 4 4 16
4 3 3 3 3 12
5 5 5 5 5 20
6 5 5 5 5 18
7 4 4 4 4 16
8 4 5 4 4 17
9 4 3 3 3 13
10 4 5 5 5 19
  1. Jumlahkan skor masing-masing responden. Summarize each correspondent score.
  2. Buka program SPSS 20. Open the SPSS 20.
  3. Buka tampilan variabel view, dan isikan seperti berikut. Click the “Variable View” button in the bottom, then fill in the table as follow.Picture1
  4. Pada tampilan data view, isikan data hasil jawaban kuesioner tersebut. Kemudian klik Analyze, pilih Correlate kemudian pilih Bivariate. In the “Data View”, fill in the questionaire answers result. Then click the tab “Analyze”, choose “Correlate” then click “Bivariate”.Picture2
  5. Pada kotak Bivariate Correlations pindahkan variabel yang akan di uji validitasnya, setelah itu pada menu Correlation Coefficients pilih Pearson. In the “Bivariate Correlations” window, move the variables that will be test the validity, then in the “Correlation Coefficients” part, choose “Pearson”.Picture3
  6. Pilih menu Options. Pada menu Statistics pilih Means and Standard Deviations. Lalu pada menu Missing Values pilih Exclude Cases Pairwise. Kemudian klik Continue dan klik Ok. Click the “Options” menu. In the “Statistics” part, choose “Means and Standard Deviations”. Then in the “Missing Values” part choose the “Exclude Cases Pairwise”. Next click “Continue” and click “OK”.Picture4
  7. Maka hasil dari uji validitas akan menampilkan output sebagai berikut. Thus, the validity test result will shown the output bellow.Picture5Picture6
  8. Melalui ouput tersebut didapatkan hasil bahwa jawaban kuesioner penelitian yang diajukan telah memenuhi asumsi validitas dengan Pearson Correlation melebihi r tabel sebesar 0,707. Through the output can be concluded that the questionaire answers of the research have appropriate to the validity with the “Pearson Correlation” 0,707 more than “r table”.

Selamat Mencoba. Have a try.

Advertisements
Tagged

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: