Knowledge Management (Introduction)

KNOWLEDGE MANAGEMENT

“how organizations create or acquire knowledge, how organizations retain and store knowledge, how organizations disseminate and use knowledge, and how organizations protect and manage the knowledge they have” (Gallupe, 2000: 3).

Pola dan kondisi perekonomian telah banyak merubah cara pandang organisasi/perusahaan. Ekonomi berbasis pengetahuan merupakan isu yang terus didengungkan untuk mengatasi turbulensi dan instabilitas perekonomian. Pada regional Asia, setelah lebih dari satu dekade tercatat krisis Asia menghancurkan sendi-sendi perekonomian. Berikutnya, krisis ekonomi global (Subprime Mortgage 2008/09 dan Zona Euro 2011) mengharuskan perubahan cara pandang manajemen untuk bertahan dan melaju dari setiap pengaruh internal maupun eksternal. Pengetahuan telah diterima sebagai investasi jangka panjang perusahaan untuk terus bertahan dalam kompetisi industri (Drucker, 1993). Sumber daya lainnya seperti kemampuan manajerial, analisis, keahlian, finansial merupakan sesuatu yang mobile dan mengalami kelangkaan juga instabilitas (Makandar dan Mundhe, 2013: 2).

Pengetahuan dipahami sebagai pemahaman, kepedulian, kebiasaan yang didapatkan melalui pembelajaran, investigasi, observasi, atau pengalaman sepanjang waktu (Bollinger and Smith, 2001). Pada kaitannya dengan bisnis, Nonaka dan Teece (2001) mendefinisikan pengetahuan sebagai terminologi sumber daya manusia, bagian dari individu (karyawan) dan juga tim (section/department) untuk mengetahui bagaimana caranya (produksi dan distribusi) dan apa yang harus dilakukan (action) setelahnya. Hal tersebut juga mengidentifikasikan pengetahuan sebagai intangible asset.

Gagasan mengenai Knowledge Management dikemukakan pertama kali oleh Alfred Marshal (1890) yang menyebutkan bahwa selain modal fisik, pengetahuan merupakan sumber daya yang harus dikelola sebagai bagian dari struktur organisasi. Mengelola pengetahuan sebagai aset merupakan faktor yang sangat krusial untuk menciptakan keuntungan kompetitif (nilai tambah) dan mencapai kepuasan pelanggan (Japang dan Ahsan, 2012).

Secara umum, (Makandar dan Mundhe, 2013) menyebutkan bahwa proses Knowledge Management terdiri atas:

  • Knowledge Discovery & Detection
  • Knowledge Organization & Assesment
  • Knowledge Sharing
  • Knowledge Reuse
  • Knowledge Creation
  • Knowledge Acquisition

Demikian pembahasan mengenai Knowledge dan Knowledge Management sebagai cara pandang baru dalam aktivitas bisnis sebuah organisasi atau perusahaan. Selanjutnya akan dideskripsikan mengenai Knowledge Management System (KMS) dan arsitektur sebuah KMS pada organisasi atau perusahaan.

Selamat belajar teman-teman…………………………………

Advertisements
Tagged , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: