Convention Theory (Ekonomi Konvensi)

Ekonomi

Ekonomi berjalan secara alamiah mengikuti kehendak pasar dan akan menemui titik keseimbangan (equilibrium). Pada aktivitasnya, ekonomi dijalankan oleh para aktor / pelaku yang memenuhi kehendaknya sendiri untuk menciptakan “invisible hand” dan kemakmuran universal (Wealth of Nation). Pernyataan tersebut telah menjadi pakem dari ekonomi klasik dan neo-klasik. Namun bagaimana para negara Eropa sepakat menggunakan mata uang euro sebagai alat tukar????? atau mengapa Maskapai Garuda dilarang terbang ke Eropa, sementara Garuda diamini sebagai maskapai terbaik di Indonesia???

Berbagai hal yang terjadi pada perekonomian saat ini menjadi semakin tidak menentu. Krisis Ekonomi Global pada Tahun 2008 dan Krisis Zona Euro telah membuat berbagai institusi / lembaga membuat berbagai kesepakatan untuk berbagai hal sehingga retensi suatu perusahaan bahkan negara menjadi kuat. Ekonomi bukanlah hanya sebuah model matematika yang berdasarkan peramalan statistik dan abstraksi, begitulah inti dari pemikiran ekonomi konvensi (Convention Theory).

Ekonomi Konvensi lahir dari keresahan Akademisi Perancis yang ingin membawa Ekonomi kembali pada ranah sosiologi. Teori tersebut lahir sebagai antitesis dari gaya Walrasian (Leon Walras) yang menyandarkan pendekatan ekonomi dalam ranah matematika dan abstraksi. Selain itu, pendekatan ini meyakini bahwa perekonomian dijalankan dalam konvensi (kesepakatan). Naik turunnya kondisi perekonomian bukanlah sebuah gejala alamiah, namun sangat bergantung pada keadaan lingkungan sosial (Kearifan lokal, kondisi masyarakat, dll).

Kesepakatan dalam teori konvensi merambah setiap sendi perekonomian. Konvensi dari para pelaku ekonomi menyebabkan teori konvensi mengenal institutional. Sehingga pada ekonomi konvensi tidak dikenal adanya titik keseimbangan namun konvensi akan menemukan multiple equilibrium. Berikut adalah inti ajaran teori konvensi.

  1. Ekonomi konvensi identik dengan hirarki, arsitektur, dan identitas. Hal tersebut tercipta dari kesepakatan seluruh aktor di dalamnya.
  2. Ekonomi konvensi sangat identik dengan kesepakatan pada pasar tenaga kerja dan pasar uang.
  3. Pada pasar uang, teori konvensi memahami bahwa fluktuasi harga saham tidak hanya diakibatkan kondisi fundamental perusahaan namun juga diakibatkan kepanikan investor yang dapat terjadi secara masif.
  4. Pada pasar tenaga kerja, teori konvensi memahami bahwa perlu adanya kesepakatan mengenai produktifitas suatu tenaga kerja dengan menentukan berbagai indikator di dalamnya.
  5. Konvensi dibutuhkan sebagai akibat adanya ketidakpastian, fluktuasi, dan instabilitas ekonomi (menurut J.M Keynes “tidak ada yang pasti kecuali ketidakpastian itu sendiri”).
  6. Konvensi mengakibatkan lahirnya organisasi pada tingkat regional (cth: ASEAN) dan Global (cth: PBB).
  7. Tokoh-tokoh yang terkenal dalam mempopulerkan teori konvensi diantaranya Robert Salais, Jean-Pierre Dupuy, Olivier Favereau, dan Andre Orleans.

Berikut penjelasan mengenai teori konvensi. Selamat belajar teman-teman……………….

Advertisements
Tagged , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: