Subprime Mortgage Crisis Part 2 (The Effect)

Suprime Mortgage Part 2

Krisis Subprime Mortgage adalah catatan sejarah bagi Dunia, tidak hanya milik Amerika Serikat. Hal tersebut dikarenakan kerusakan yang ditimbulkan telah menghancurkan sendi-sendi perekonomian global. Pada pembahasan sebelumnya telah dikaji mengenai awal mula terjadinya krisis Amerika Serikat “Subrprime Mortgage”. Lalu mengapa dampaknya sangat masif dan fundamental ?????????????

Satu-Satunya alasan adalah Amerika Serikat (AS) merupakan salah satu penguasa pangsa pasar perdagangan dunia.

Picture2

WTO (2010)

Berdasarkan data yang dilansir WTO, pada Tahun 2009 Amerika Serikat menguasai 8,5% saham perdagangan dunia dan menempati urutan ke 3 Dunia di bawah China dan Germany. Sebagai perbandingan dengan Indonesia yang menempati peringkat 30 Dunia dengan total nilai ekspor 120 Miliar Dollar AS pangsa pasar 1,0%. Berkaca dari data tersebut, diketahui bahwa arus perdagangan di pasar riil maupun finansial sangat bergantung pada stabilitas perekonomian negara-negara di peringkat atas tersebut.

Selain itu, meskipun dampak yang ditimbulkan krisis ekonomi AS bersifat global, namun kerusakannya berbeda-beda pada setiap negara. Hal tersebut bergantung pada integrasi negara tersebut dengan pasar global untuk perdagangan barang dan jasa serta finansial (Tambunan, 2011). Sebagai perbandingan, Indonesia masih mencatatkan laju pertumbuhan ekonomi positif sebesar 6,1 % di kuartal pertama Tahun 2009. Sedangkan Thailand mengalami kontraksi sebesar 7,11 % juga Singapura yang mengalami pertumbuhan ekonomi negatif dikarenakan kepekaannya terhadap setiap goncangan ekonomi yang berasal dari luar (eksternal).

Secara umum, dampak yang ditimbulkan krisis “Subprime Mortgage” sebagai berikut.

  1. Dalam hal perdagangan internasional, permintaan ekspor menjadi hal yang disoroti. Perkasanya Amerika Serikat yang bercokol di peringkat 3 saham perdagangan Dunia menyebabkan di jalur ini sangat mencolok. Menurut publikasi the Asian Development Outlook 2009 Updated menunjukkan bahwa negara-negara yang termasuk Ekonomi industri baru seperti Hong Kong, China, Korea Selatan, Singapura, termasuk diantara negara-negara Asia yang paling menderita akibat merosotnya permintaan ekspor.
  2. Pada pasar tenaga kerja, dampak langsung dari krisis Ekonomi AS adalah menurunnya kesempatan kerja atau meningkatnya jumlah pengangguran yang berdampak pada menurunnya tingkat pendapatan. Kenyataan ini menunjukkan bahwa kehilangan kesempatan kerja cenderung lebih parah dibandingkan menurunnya angka Produk Domestik Bruto (PDB).
  3. Pada jalur aliran modal (Capital Channel), yang umumnya berwujud aliran modal jangka pendek (Prasentyantoko, 2008). Karena portofolio perekonomian Amerika Serikat menunjukkan kemerosotan, maka kinerja perusahaan juga akan menurun. Akibatnya, harapan para investor terhadap emiten akan menurun pula, sehingga mereka mengalihkan pilihan ke pasar modal lain yang tidak terkena dampak langsung dari krisis. Pasar modal di kawasan Asia termasuk Bursa Efek Indonesia termasuk dalam sasaran investor mengalihkan investasinya.

Demikian pembahasan mengenai krisis Subprime Mortgage (The Effect). Belajar dari Krisis adalah satu-satunya jalan untuk mengantisipasi dan memperkecil dampak dari krisis di kemudian hari.

Selamat Belajar, Ruang Diskusi Terbuka Lebar…………………………………

Advertisements
Tagged , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: