The Great Depression (Krisis Amerika Serikat 1930)

w583h583_730079-what-is-an-economic-depression-

The Great Depression, Like Most Other Periods Of Severe Unemployement, Was Procedure By Goverments Mismanagement Rather Than By Any Inherents Instability Of The Private Economy (Milton Friedman)

The Great Depression tercatat sebagai peristiwa terbesar jatuhnya perekonomian dunia. Peristiwa kelam ini berlangsung selama 1 dekade (1929 – 1939) dan menyerang seluruh sektor perekonomian diindikasikan dengan turunnya total produksi sebesar 25 – 50%. Tingkat pengagguran menanjak sebesar 25% di AS dan 33% di beberapa negara lainnya. Pembahasan ini akan mengkaji mengenai faktor-faktor yang menjadi penyebab The Great Depression melanda AS dan perekonomian dunia.

German_Troops_Firing_from_a_Trench_1915

  • Dampak dari Perang Dunia I. Selain identik dengan pengrusakan, penjarahan dan pendudukan, perang juga menghabiskan banyak sekali biaya untuk memenuhi seluruh kebutuhan. Beberapa negara yang terlibat Perang Dunia I telah menghabiskan biaya bahkan terlilit hutang. Perang Dunia I menjadi pertanda negara-negara di Dunia meninggalkan “standar emas” karena seluruh cadangan emas telah habis untuk membiayai perang. Sebagai akibatnya, uang kertas dicetak lebih banyak dari cadangan emas yang dimiliki sehingga inflasi menjadi tinggi dan daya beli masyarakat jatuh secara signifikan.

3368983089_aaf8864849_b-1

  • Instabilitas geopolitik dan munculnya negara dengan kekuatan baru. Akibat lain dari perang adalah hancurnya tatanan ekonomi dan supremasi hegemoni negara-negara raksasa. Dimulai dengan revolusi Rusia pada 1917 melalui perang saudara, perpecahan internal, dan kejatuhan ekonomi. Hal tersebut mengakibatkan Rusia sebagai kekuatan ekonomi terbesar ke-5 di Dunia pada 1913 mulai menurunkan dominasinya pada struktur ekonomi global. Kemudian diikuti dengan runtuhnya kekaisaran Ottoman di Turki dimana munculnya negara-negara baru di dari semenanjung Balkan dan Timur Tengah. Munculnya negara-negara tersebut secara langsung membutuhkan tatanan ekonomi baru, permodalan baru, mencetak uang baru, pembangunan infrastruktur.
  • Imbalance perekonomian. Akibat perang menyebabkan negara-negara penderita harus merekonstruksi kondisi perekonomian sejak awal. Mereka sebagai korban perang adalah negara-negara dengan kondisi perekonomian yang terpuruk, mata uang yang terdepresiasi, inflasi yang tinggi, tingkat pengangguran yang tinggi serta hutang yang menumpuk diantara sesama negara. Hanya sedikit negara yang muncul sebagai pemenang diantaranya Kanada, Amerika Serikat, Australia, dan Argentina.

150226110434-crash-explanation-780x439

  • U.S Stock Market Crash. Sama halnya dengan teori Schumpeter dan Hyman Minsky mengenai Instabilitas finansial. Hipotesis utama adalah Instabilitas dalam perekonomian disebabkan oleh Stabilitas. Ketika Perang Dunia I pecah, Amerika Serikat muncul sebagai kekuatan ekonomi dunia. Pertumbuhan yang stabil, masuknya teknologi-teknologi baru dan perkembangan pasar saham. Namun stabilitas selalu diikuti dengan perilaku spekulatif para pelaku Ekonomi. Setiap warga Amerika ingin berpartisipasi pada pasar saham untuk menciptakan kemakmuran individu. Dengan bunga kredit yang sangat rendah, setiap pelaku ekonomi menciptakan buble economic seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja. Puncaknya pada Kamis, 24 Oktober 1929, indeks Dow Jones terkoreksi sebesar 20% dalam dua hari. Hal tersebut menimbulkan kepanikan para investor. Karena tidak mampu membayar, banyak broker menarik saham mereka dan mendorong harga yang lebih rendah serta memaksa perusahaan menjadi bangkrut. Seperti dapat diprediksi, hal tersebut diperburuk dengan banyaknya Bank yang dilikuidasi. Dalam keadaan tersebut, tidak ada yang dapat diharapkan Amerika Serikat sebagai negara Superpower.
  • Hubungan Antara Negara. Buruknya kondisi perekonomian suatu negara dapat menyebar dengan sangat cepat lalu bertansformasi dikarenakan besarnya pengaruh negara tersebut terhadap negara-negara lainnya. Ketika Dunia sedang mereparasi kondisi perekonomiannya akibat perang, Amerika Serikat justru tumbuh menjadi kekuatan Ekonomi Dunia. Hal tersebut berakibat pada banyaknya negara yang berhutang pada AS untuk memulihkan kondisi perekonomiannya.

Melalui pembahasan di atas, diketahui bahwa Depresi Ekonomi Amerika Serikat 1929 – 1939 menjadi salah satu peristiwa besar dan juga “bermanfaat” bagi pembelajaran pola krisis yang berlangsung di masa depan. Bagaimanapun bentuknya, pola krisis yang berakibat pada depresi Ekonomi selalu berulang, yang berbeda hanyalah kompleksitanya.

Selamat belajar teman-teman……………………

Advertisements
Tagged , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: